Loading...
Fiqih.

Pengertian dan mengenal lima Qoidah Fiqhiyyah kubro bag.3.

Pengertian dan mengenal lima Qoidah Fiqhiyyah kubro 3:

3.المشقة تجلب التيسير.

:kesulitan itu akan mendatangkan kemudahan

Qoidah ini lahir dan diambil dari ayat-ayat dan Hadits yang sangat banyak semakna dengan qoidah ini.antara lain:

Surat al-Baqoroh ayat 185:

يريدُ اللهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

: Allah menginginkan bagi kamu kemudahan dan tidak mengiginkan bagi kamu kesulitan.

Surat al-Baqoroh ayat 286:

لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا

:Allah tidak membebani seorang jiwa kecuali sesuai kemampuannya.

Surat an-Nisaa’ ayat 28:

يُرِيدُ اللهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنكُمْ

:Allah menginginkan untuk meringankan atas kamu.

Dan masih banyak lagi ayat didalam al-Qur’an yang bermakna sama dengan qoidah ini.begitu juga dengan Hadits,banyak yang maknanya sama dengan qoidah ini.antara lain:

Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ بِالْيَهُودِيَّةِ وَلَا بِالنَّصْرَانِيَّةِ وَلَكِنِّي بُعِثْتُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ

:Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:Saya tidak diutus dengan membawa agama Yahudi dan Nashroni namun saya diutus membawa agama yang lurus lagi mudah.

Hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari:

إن الدين يسر ولن يشاد الدين إلا غلبه

:Sesungguhnya agama ini mudah,dan tidaklah seseorang berlebih-lebihan dalam urusan agama melainkan agama akan mengalahkannya,

Contoh-contoh dari qoidah ini:

1.Berdiri merupakan salah satu rukun didalam sholat bagi orang yang mampu,jika seseorang sedang sakit dan tidak mampu berdiri maka dia boleh sholat dalam keadaaan duduk.jika dia tidak mampu untuk sholat dalam keadaan duduk maka sholat dilakukan dalam keadaan berbaring.

2.berwudhu merupakan salah satu syarat sah sholat,jika ada orang yang sedang sakit dikhawatirkan penyakitnya bertambah parah jika dia terkena air,maka dia boleh bertayamum sebagai ganti wudhu dengan menggunakan tanah.begitu juga orang yang sedang berjunub,jika dikhawatirkan mandi bisa membahakan dirinya,maka dia boleh melakukan tayamum sebagai ganti dari mandi.

3.Seseorang yang sedang musafir boleh menjama’ dan mengqoshor sholat.

4.diperbolehkan berbuka disiang hari Romadhon bagi orang yang musafir,hamil,menyusui,orang sakit,dan orang tua yang sudah lanjut usia.

5.Diperbolehkan bagi seorang laki-laki muslim meninggalkan sholat berjama’ah karena hujan dan banyak lumpur.

Cabang-cabang dari qoidah ini:

1.إذا ضاق الأمر اتسع.

:jika suatu urusan terasa sempit(sulit) maka akan berobah menjadi luas.

1.لا واجب مع العجز.

:tidak ada suatu kewajiban jika lemah(tidak mampu) untuk melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *