Loading...
Dakwah

Pengertian Dakwah dan keutamaannya bag.2

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه,والصلاة السلام على رسول الله وعلى أله وأصحابه

أما بعد

Pada tulisan yang telah terdahulu kita telah membahas tentang peengertian dakwah baik secara bahasa maupun secara istilah,begitu juga tentang hukum berdakwah serta pendapat para ulama dan ahli ilmu tentang hal tersebut,serta dalil masing-masing kelompok yang berpendapat berdakwah hukumnya fardhu ‘ain(wajib) dan kelompok yang berpendapat bahwa berdakwah hukumnya fardhu kifayah.insya Allah dalam tulisan ini kita lanjutkan dengan pembahasan rukun dakwah,cara berdakwah,begitu juga dengan urgensi dakwah dan keutamaannya.

Rukun Dakwah.

Dakwah itu memiliki Rukun.rukun Dakwah ada 4:

1.Da’i(orang yang berdakwah).

2.Mad’u(المدعو) Audiens,orang yang didakwahi/objek Dakwah.

3.Sarana yang dipergunakan dalam berdakwah.

4.Maddah(Materi) Dakwah.

Metode dan tata-cara berdakwah:

Berdakwah dijalan Allah dan mendakwahkan Islam kepada orang lain,memiliki trik dan metode agar Dakwah itu berhasil dan mendapat simpati dan diterima oleh kaum muslimin.berdakwah pertama kali dilakukan kepada diri sendiri,keluarga,kerabat,masyarakat sekitar,dan kemudian berlanjut ketingkatan yang lebih jauh(الأقرب فالأقرب ثم الأقرب).

Allah subhanahu wata’ala berfirman didalam surat at-Tahrim ayat 6:

يآأيها الذين أمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة

:wahai orang-orang yang beriman pelihara(jagalah) diri kamu dan keluarga kamu dari(adzab) api neraka yang berbahan bakar manusia dan batu.

Bagitu juga didalam surat asy-Syu’aroo’ ayat 214 Allah ta’ala berfirman:

وأنذر عشيرتك الأقربين

:berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat.

Termasuk metode dan cara dalam berdakwah dengan penuh hikmah,bijaksana,dan penuh kelemah-lembutan.Allah ‘azza wajalla berfirman didalam surat an-Nahl ayat 125:

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن,إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين

:serulah(ajaklah) kepada jalan(Islam) Robb(Tuhan)mu dengan penuh kebijaksanaan dan pengajaran yang baik dan bantahlah(berdebatlah) dengan mereka dengan cara yang lebih baik,sesungguhnya Robbmu mengetahui orang yang tersesat dari jalannya dan mengetahui orang yang mendapat petunjuk.

sewaktu Allah ‘azza wajalla memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun عليهما السلام berangkat berdakwah kepada Fir’aun,Allah memerintahkan keduanya agar mengatakan perkataan yang lemah lembut.Allah ta’ala berfirman didalam surat Thoha ayat 43-44:

اذهبا إلى فرعون إنه طغى.فقولا له قولا ليّنا لعله يتذكر أو يخشى

:berangkatlah kamu berdua kepada Fir’aun karena dia telah durhaka dan melampaui batas,hendaklah kamu berdua mengatakan kepadanya kata-kata yang lemah lembut,mudah-mudahan dia merasa takut atau mengambil pelajaran.

Selain penuh hikmah dan bijaksana serta lemah-lembut dalam berdakwah,termasuk trik dan metode dalam berdakwah adalah mengawalinya dengan masalah Aqidah dan Tauhid,mengesakan Allah dan memurnikan ‘ubudiyah(pengabdian) hanya kepadanya,karena hal itu diperintahkan Allah kepada para Nabi dan Rasulnya.Allah ta’ala berfirman dalam surat an-Nahl ayat 36:

ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت

:dan kami telah mengutus Rasul kepada setiap umat(dan para Rasul itu mengatakan) beribadahlah hanya kepada  Allah dan jauhilah thoghut/berhala.

Begitu juga didalam surat al-Anbiyaa’ ayat 65 Allah ‘azza wajalla berfirman:

ومآ أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون

:tidaklah kami mengutus Rasul sebelum kamu(wahai Muhammad) kecuali kami mewahyukan(mengatakan) kepadanya bahwa tidak ada Ilah(Tuhan) kecuali aku maka hendaklah kamu beribadah hanya kepadaku.

Didalam kitab Hadits Shohih Bukhari ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengutus Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه untuk pergi berdakwah keYaman,beliau berkata kepada Mu’adz:

إنك تأتي قوما أهل الكتاب,فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله

:sesungguhnya kamu akan mendatangi kaum dari kalangan ahli kitab,maka hendaklah dakwah yang pertama kali kamu lakukan kepada mereka adalah syahadat:bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan Nabi Muhammada صلى الله عليه وسلم adalah Rasulnya Allah.

Itulah cara dan metode dalam berdakwah,dimulai dari diri sendiri,keluarga,kerabat,masyarakat yang terdekat,lalu kemudian ruang lingkup yang jauh.begitu juga bahwa trik berdakwah dengan hikmah,bijaksana,lemah-lembut,dan dimulai dengan masalah Aqidah dan Tauhid lalu kemudian hal-hal yang terpenting dan urgen(فالأهم ثم المهم ثم المهم).

 

Bersambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *