Loading...
Uncategorized

Pengertian dan mengenal lima Qo’idah fiqhiyyah kubro bag:1

Pengertian dan mengenal lima Qoidah Fiqhiyyah kubro:

Ada lima Qoidah Fiqhiyyah kubro(besar) semuanya diambil dari al-Qur’an dan Sunnah.Qoidah tersebut adalah:

1.الأمور بمقاصدها.

=segala perkara(urusan) itu tergantung kepada niatnya.

2.اليقين لا يزول بالشك.

=sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan sesuatu yang meragukan.

3.المشقة تجلب التيسير.

=kesulitan itu akan mendatangkan kemudahan.

4.الضرر يزال.

=sesuatu yang membahayakan harus dihilangkan.

5.العادة محكمة.

=adat kebiasaan itu menjadi sumber hukum.

 

1.الأمور بمقاصدها(segala perkara/urusan itu tergantung kepada niatnya).

Qoidah ini diambil dari Hadits:

إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرء ما نوى

:setiap pekerjaan itu tergantung kepada niatnya,dan seseorang akan mendapat berdasarkan niatnya.

Maksud tergantung kepada niat disini adalah pahala,balasan,dan hasilnya.misalnya seseorang mandi dengan niat mandi junub,dia akan dinilai mandi junub.sedangkan yang mandi hanya untuk kebersihan dan menyegarkan tubuh,dia tidak terhitung mandi mandi junub.walau sama-sama mandi yang membedakan adalah niatnya.

Guru saya syeikh Abu Khansa’ DR.’Abdurrohman hamid alu nabit hafidzohulloh berkata:

Barangsiapa yang melakukan sesuatu maka dia telah berniat untuk melakukannya.

Syeikh ‘Abdurrohman hamid juga pernah membuat contoh untuk qoidah ini:

Seorang laki-laki diwaktu malam secara diam-diam memasuki kamar pembantu wanitanya dalam keadaan gelap gulita,lalu dia mempergaulinya layaknya istrinya.setelah selesai dia nyalakan lampu,begitu lampu dinyalakan ternyata yang dia pergauli bukan pembantu,tetapi istrinya sendiri.laki-laki itu telah berdosa walaupun dia mempergauli istrinya,karena dari awal dia berniat ingin melakukan zina.maka balasannya berdasarkan apa yang dia niatkan.

Perlu diperhatikan:jika berhubungan dengan masalah ibadah tidak cukup hanya niat saja,tetapi harus mengikuti perintah dan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah

Pengertian dan mengenal lima Qoidah Fiqhiyyah kubro:

Ada lima Qoidah Fiqhiyyah kubro(besar) semuanya diambil dari al-Qur’an dan Sunnah.Qoidah tersebut adalah:

1.الأمور بمقاصدها.

=segala perkara(urusan) itu tergantung kepada niatnya.

2.اليقين لا يزول بالشك.

=sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan sesuatu yang meragukan.

3.المشقة تجلب التيسير.

=kesulitan itu akan mendatangkan kemudahan.

4.الضرر يزال.

=sesuatu yang membahayakan harus dihilangkan.

5.العادة محكمة.

=adat kebiasaan itu menjadi sumber hukum.

 

1.الأمور بمقاصدها(segala perkara/urusan itu tergantung kepada niatnya).

Qoidah ini diambil dari Hadits:

إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرء ما نوى

:setiap pekerjaan itu tergantung kepada niatnya,dan seseorang akan mendapat berdasarkan niatnya.

Maksud tergantung kepada niat disini adalah pahala,balasan,dan hasilnya.misalnya seseorang mandi dengan niat mandi junub,dia akan dinilai mandi junub.sedangkan yang mandi hanya untuk kebersihan dan menyegarkan tubuh,dia tidak terhitung mandi mandi junub.walau sama-sama mandi yang membedakan adalah niatnya.

Guru saya syeikh Abu Khansa’ DR.’Abdurrohman hamid alu nabit hafidzohulloh berkata:

Barangsiapa yang melakukan sesuatu maka dia telah berniat untuk melakukannya.

Syeikh ‘Abdurrohman hamid juga pernah membuat contoh untuk qoidah ini:

Seorang laki-laki diwaktu malam secara diam-diam memasuki kamar pembantu wanitanya dalam keadaan gelap gulita,lalu dia mempergaulinya layaknya istrinya.setelah selesai dia nyalakan lampu,begitu lampu dinyalakan ternyata yang dia pergauli bukan pembantu,tetapi istrinya sendiri.laki-laki itu telah berdosa walaupun dia mempergauli istrinya,karena dari awal dia berniat ingin melakukan zina.maka balasannya berdasarkan apa yang dia niatkan.

Perlu diperhatikan:jika berhubungan dengan masalah ibadah tidak cukup hanya niat saja,tetapi harus mengikuti perintah dan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam.karena syarat diterimanya ibadah ada dua:

1.Ikhlash( الإخلاص).

2.Mutaba’ah(المتابعة) mengikuti perintah dan contoh yang diberikan oleh Rasul dan para sahabat.

Jika satu saja dari syarat yang dua ini tidak terpenuhi maka suatu amal atau ibadah itu tidak diterima dan tertolak.

Qoidah yang lahir dari qoidah diatas adalah:

العقود بالمقاصد والمعاني لا بالألفاظ والمباني.

:setiap transaksi(akad) tergantung maksud dan tujuannya,bukan berdasarkan ungkapan dan pemaannya.

Contohnya:

Seminar umum hadir gratis tetapi harus membayar infaq dua puluh ribu rupiah.

Membagikan kitab dengan gratis tetapi bagi yang berminat harus membayar infaq lima ribu rupiah.

Kata infaq pada kedua contoh diatas hakikatnya bukan infaq,tetapi biaya dan harga walaupun bukan dinamakan harga dan biaya,dinamakan dengan infaq.

Pengertian dan mengenal lima Qoidah Fiqhiyyah kubro:

Ada lima Qoidah Fiqhiyyah kubro(besar) semuanya diambil dari al-Qur’an dan Sunnah.Qoidah tersebut adalah:

1.الأمور بمقاصدها.

=segala perkara(urusan) itu tergantung kepada niatnya.

2.اليقين لا يزول بالشك.

=sesuatu yang yakin tidak bisa hilang dengan sesuatu yang meragukan.

3.المشقة تجلب التيسير.

=kesulitan itu akan mendatangkan kemudahan.

4.الضرر يزال.

=sesuatu yang membahayakan harus dihilangkan.

5.العادة محكمة.

=adat kebiasaan itu menjadi sumber hukum.

 

1.الأمور بمقاصدها(segala perkara/urusan itu tergantung kepada niatnya).

Qoidah ini diambil dari Hadits:

إنما الأعمال بالنية وإنما لكل امرء ما نوى

:setiap pekerjaan itu tergantung kepada niatnya,dan seseorang akan mendapat berdasarkan niatnya.

Maksud tergantung kepada niat disini adalah pahala,balasan,dan hasilnya.misalnya seseorang mandi dengan niat mandi junub,dia akan dinilai mandi junub.sedangkan yang mandi hanya untuk kebersihan dan menyegarkan tubuh,dia tidak terhitung mandi mandi junub.walau sama-sama mandi yang membedakan adalah niatnya.

Guru saya syeikh Abu Khansa’ DR.’Abdurrohman hamid alu nabit hafidzohulloh berkata:

Barangsiapa yang melakukan sesuatu maka dia telah berniat untuk melakukannya.

Syeikh ‘Abdurrohman hamid juga pernah membuat contoh untuk qoidah ini:

Seorang laki-laki diwaktu malam secara diam-diam memasuki kamar pembantu wanitanya dalam keadaan gelap gulita,lalu dia mempergaulinya layaknya istrinya.setelah selesai dia nyalakan lampu,begitu lampu dinyalakan ternyata yang dia pergauli bukan pembantu,tetapi istrinya sendiri.laki-laki itu telah berdosa walaupun dia mempergauli istrinya,karena dari awal dia berniat ingin melakukan zina.maka balasannya berdasarkan apa yang dia niatkan.

Perlu diperhatikan:jika berhubungan dengan masalah ibadah tidak cukup hanya niat saja,tetapi harus mengikuti perintah dan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam.karena syarat diterimanya ibadah ada dua:

1.Ikhlash( الإخلاص).

2.Mutaba’ah(المتابعة) mengikuti perintah dan contoh yang diberikan oleh Rasul dan para sahabat.

Jika satu saja dari syarat yang dua ini tidak terpenuhi maka suatu amal atau ibadah itu tidak diterima dan tertolak.

Qoidah yang lahir dari qoidah diatas adalah:

العقود بالمقاصد والمعاني لا بالألفاظ والمباني.

:setiap transaksi(akad) tergantung maksud dan tujuannya,bukan berdasarkan ungkapan dan pemaannya.

Contohnya:

Seminar umum hadir gratis tetapi harus membayar infaq dua puluh ribu rupiah.

Membagikan kitab dengan gratis tetapi bagi yang berminat harus membayar infaq lima ribu rupiah.

Kata infaq pada kedua contoh diatas hakikatnya bukan infaq,tetapi biaya dan harga walaupun bukan dinamakan harga dan biaya,dinamakan dengan infaq.

shollallohu ‘alaihi wasallam.karena syarat diterimanya ibadah ada dua:

1.Ikhlash( الإخلاص).

2.Mutaba’ah(المتابعة) mengikuti perintah dan contoh yang diberikan oleh Rasul dan para sahabat.

Jika satu saja dari syarat yang dua ini tidak terpenuhi maka suatu amal atau ibadah itu tidak diterima dan tertolak.

Qoidah yang lahir dari qoidah diatas adalah:

العقود بالمقاصد والمعاني لا بالألفاظ والمباني.

:setiap transaksi(akad) tergantung maksud dan tujuannya,bukan berdasarkan ungkapan dan pemaannya.

Contohnya:

Seminar umum hadir gratis tetapi harus membayar infaq dua puluh ribu rupiah.

Membagikan kitab dengan gratis tetapi bagi yang berminat harus membayar infaq lima ribu rupiah.

Kata infaq pada kedua contoh diatas hakikatnya bukan infaq,tetapi biaya dan harga walaupun bukan dinamakan harga dan biaya,dinamakan dengan infaq.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *