Loading...
Fiqih.

Pembahasan yang kedua:hukum yang berhubungan dengan masalah mandi,dalam hal ini terdapat tiga permasalahan bag.2:

2.Memulai bagian kanan tubuh mayat(waktu memandikannya).

عن أم عطية رضي الله عنها قالت:دخل علينا رسول الله صلى الله عليه وسلم ونحن نغسل ابنته,فقال:اغسلنها ثلاثا أو خمسا أو أكثر من ذلك بماء وسدر,واجعلن في الآخرة كافورا,فإذا فرغتُنَّ فآذِنَّني.فلما فرغنا آذناه.فألقى إلينا حقوه فقال:أشعرنها إياه.فقال أيوب:وحدثتني حفصة بمثل حديث محمد,وكان في حديث حفصة:اغسلنها وترا,وكان فيه ثلاثا أو خمسا أوسبعا.وكان فيه أنه قال:ابدأن بميامنها ومواضع الوضوء منها.وكان فيه أن أم عطية قالت:ومشطناها ثلاثة قرون

رواه البخاري

:dari Ummi ‘Athiyyah rodhiyallohu ‘anha berkata:Rasulullah صلى الله عليه وسلم masuk ketempat kami waktu kami memandikan anak perempuan beliau,maka beliau bersabda:hendaklah kamu memandikannya tiga kali,lima kali,atau lebih banyak lagi dengan air dan daun bidara.jadikanlah yang terakhirnya menggunakan kapu,kalau kamu sudah selesai memandikannya beritahu aku.ketika kami selesai kami beritahu kepada beliau,lalu beliau memberikan baju(selendang)nya kepada kami dan berkata:kapanilah(balutlah) dia dengan pakaian tersebut.

Berkata Ayyub:telah menyampaikan kepadaku Hafshoh seperti Hadits(riwayat) Muhammad,didalam Hadits Hafshoh terdapat:mandikanlah dia dengan jumlah yang ganjil,dan terdapat juga didalamnya tiga,lima,atau tujuh.dan terdapat juga didalamnya bahwa(Rasulullah صلى الله عليه وسلم) bersabda:mulailah dengan anggota tubuhnya yang sebelah kanan dan anggota wudhunya.terdapat juga didalamnya bahwasanya Ummu ‘Athiyyah berkata:kami menyisirnya dan menjadikan rambutnya menjadi tiga bagian.

HR.Bukhari.

Didalam Hadits ini terdapat perintah untuk memulai anggota tubuh yang mulia ketika mandi,yaitu bagian kanan dan anggota wudhu.

 

Memulai bagian kanan tubuh mayat(memandikan).

عن أم عطية رضي الله عنها قالت:لما غسلنا ابنة النبي صلى الله عليه وسلم,قال لنا ونحن نغسلها:ابدءوا بميامنها ومواضع الوضوء منها

رواه البخاري ومسلم.

:dari Ummu ‘Athiyyah rodhiyallohu ‘anha berkata:sewaktu kami memandikan(jenazah) anak perempuan Nabi صلى الله عليه وسلم beliau bersabda kepada kami dan kami sedang memandikannya:mulailah dari bagian kanan(tubuhnya) dan anggota wudhunya.

HR.Bukhari dan Muslim

Berkata imam Malik rohimahulloh:maksud dari sabda Nabi صلى الله عليه وسلم(ومواضع الوضوء منها) anggota wudhunya.artinya:mereka memulainya sewaktu memandikan,karena hal itu semata-mata ibadah membersihkan tubuh dari kotoran,dan hal itu mendapat pahala.

 

3.Membagi rambut wanita menjadi tiga bagian.

وقالت:إنه صلى الله عليه وسلم قال:اغسلنها ثلاثا أو خمسا أو سبعا أو أكثر من ذلك,إن رأيتن.قالت حفصة:قالت أم عطية رضي الله عنها:وجعلنا رأسه ثلاثة قرون

رواه البخاري ومسلم

Berkata(Ummu ‘Athiyyah rodhiyallohu ‘anha):sesungguhnya(Nabi صلى الله عليه وسلم):mandikanlah dia tiga kali,lima kali,atau tujuh kali atau lebih,jika menurut kamu hal itu baik.berkata Hafshoh:berkata Ummu ‘Athiyyah:kami buat rambutnya menjadi tiga bagian.

HR.Bukhari dan Muslim

Hadits ini adalah penjelasan dan dalil membiarkan rambut jenazah wanita terurai waktu memandikannya,disebut wanita karena kebiasaan wanitalah yang panjang rambutnya.karena seperti itu juga hukum mayat laki-laki yang berambut panjang agar air sampai kepangkal rambutnya untuk kebersihan.didalam sebagian cetakan bab:dipotong(يقطع) dan dilepas(ينقض) dengan berbentuk majhul.rambut wanita adalah pemicaraan yang disandarkan karena berbentuk maf’ul sebagai pengganti fa’il,pahamilah.

Berkata Ibnu Sirin:tidak apa-apa melepaskan rambut wanita.maksud perkataan Muhammad bin Sirin:tidak apa-apa melepaskan rambut wanita,diriwayatkan melepaskan rambut wanita karena umum mencakup laki-laki dan perempuan berdasarkan hokum

Berkata Abu Hanifah:rambut wanita dibiarkan terurai kebelakang dan wajahnya secara terpisah.

Berkata Qurthubi:sepertinya penyebab perbedaan pendapat adalah yang dilakukan Ummu ‘Athiyyah bukan yang diperintah Nabi صلى الله عليه وسلم.

Tetapi berkata Mushonnif:sesungguhnya Sa’id bin Manshur meriwayatkan lafazh yang demikian,berkata(Ummu ‘Athiyyah) Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkata:hendaklah kamu memandikannya dengan jumlah yang ganjil dan jadikanlah rambutnya terikat.

Yang dimaksud dengan al-qornu(القرن) disini adalah ikatan.didalam sebagian lafazh Bukhari ubun-ubunnya dan dua ikatan(tanduk)nya.

Hadits ini adalah sebagai dalil membiarkan rambut mayat wanita terurai kebelakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *