Loading...
Siroh

kisah sapi betina yang ada didalam surat al-Baqoroh

Surat al-Baqoroh(البقرة) adalah surat kedua didalam al-Qur’an,al-Baqoroh(البقرة) artinya sapi betina.dinamakan dengan surat al-Baqoroh karena didalamnya terdapat cerita tentang penyembelihan sapi betina yang terjadi dimasa Nabi Musa عليه السلام.mereka menyembelih sapi karena telah terjadi pembunuhan yang tidak bisa diungkap siapa pelakunya,jalan satu-satunya untuk mengetahui identitas sipembunuh dengan menyembelih sapi atas perintah Allah سبحانه وتعالى melalui wahyu kepada Nabi Musa عليه السلام.

Bagaimana kisahya? bacalah tulisan berikut ini:

Dimasa Nabi Musa عليه السلام dikalangan bani Israil hiduplah seorang laki-laki yang kaya-raya yang tidak memiliki keluarga sebagai ahli waris kecuali seorang pemuda anak dari saudara kandungnya.keponakannya tersebut mengetahui dan sadar bahwa hanya dia sendiri yang akan mewarisi harta kekayaan pamannya jika pamannya telah meninggal dunia.tetapi laki-laki kaya itu berumur panjang dan berusia lanjut,dan keponakannya  tetap menunggu agar dia meningal kemudian mewarisi seluruh hartanya.

Lama menunggu kematian pamannya tetapi ajal belum juga datang menjemput,akhirnya anak saudaranya itu mulai habis kesabaran menunggu pamannya meninggal agar dia bisa mewarisi hartanya.sehingga pemuda tersebut hilang akal dan gelap mata sampai akhirnya dia membunuh pamannya sendiri dimalam hari.setelah mati terbunuh pemuda itu mengangkat mayat pamannya dan meletakkannya diantara dua-desa(kampung),yaitu antara desa tempat tinggalnya dan desa sebelah.

Keesokan hari dipagi harinya penduduk dua desa melihat mayat laki-laki orang kaya raya tersebut tergeletak dijalan,mereka semua bertanya-tanya siapa pembunuhnya.keponakannya sebagai pembunuh yang sebenarnya juga berpura-pura menunjukkan raut muka dan hati yang sangat sedih atas kematian pamannya,dan ingin melakukan tuntutan pembalasan.akhirnya penduduk dua desa itu saling melemparkan tuduhan diantara mereka atas pelaku pembunuhan tersebut.

akhirnya situasi dan kondisi semakin kacau dan memanas.karena semua penduduk dua desa tersebut saling melemparkan tuduhan diantara mereka semua.desa A mengatakan kalau yang melakukan pembunuhan berasal dari penduduk desa B,sedangkan penduduk desa B membela diri dan mengembalikan tuduhan bahwa pelakunya berasal dari desa A.sampai akhirnya akan mengakibatkan perang diantara penduduk dua desa.ketika keadaan sedang kacau dan gawat hampir terjadi perang,akhirnya penduduk dua desa tersebut sepakat untuk mengangkat permasalahannya kepada Nabi Musa عليه السلام dan minta penyelesaian.akhirnya mereka mengadukan masalah pembunuhan itu kepada Nabi Musa.

 

(Bersambung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *